PSMS Satu ! “Dualisme = Degradasi atau Rekonsiliasi = Prestasi”
Mengakhiri kompetisi 2011/2012 dengan hasil buruk PSMS ISL dan PSMS IPL jatuh kejurang degradasi. Dengan berakhirnya kompetisi bukan berarti mengakhiri masalah yang terus menghinggapi klub besar yang punya sejarah besar di kompetisi sepakbola Indonesia. Dualisme yang terjadi di PSMS juga tidak lepas dengan irama carut marutnya induk organisasi sepakbola Indonesia (PSSI).
PSMS ISL yang notabene lebih banyak didukung oleh suporter juga tidak banyak membantu masalah finansial. Sampai detik ini gaji para pemain yang merupakan hak pemain belum juga terlunasi, padahal kompetisi sudah lama berakhir. Buruknya manajemen yang hanya mengharapkan dana dari sponsor tidak dapat membantu masalah keuangan klub. Bahkan beberapa kelompok suporter merelakan turun ke jalan untuk meyakinkan para pemain bahwa mereka siap mendukung tim dalam keadaan terjatuh sekalipun, tapi sebaliknya pengurus tidak berani transparan dengan pemasukan tiket kandang padahal banyak pertandingan kandang PSMS membuat penuh Stadion Teladan. Beda dengan PSMS ISL, PSMS IPL juga mengalami masalah yang sama buruknya. Tidak mampunya konsorsium LPI untuk menandanai klub memaksa pengurus PSMS IPL berhutang. Malahan beberapa pengurus terus dikejar penagih hutang yang dananya digunakan untuk mendanai klub. Padahal konsorsium diawal kompetisi menjanjikan kompetisi tidak akan tersendat karena masalah dana.
Indra Sakti Harahap ketua umum versi Rapat Umum Luar Biasa (RULB) yang diadakan Forum Klub Pemilik PSMS mengklaim sebagai pengurus resmi PSMS Medan sekarang. Dengan alasan kepengurusan PSMS Medan ditangan Idris dkk dinilai gagal. Sementara itu dikubu pengurus lama Idris mempertanyakan legalitas hasil Rapat Umum Luar Biasa (RULB). Jujur saya pribadi tidak dapat membedakan mana pengurus yang tulus untuk mengembalikan kejayaan PSMS Medan.
Sebagai suporter ada secercah harapan saya kepada beberapa kelompok suporter PSMS untuk bergabung mendesak pengurus menyelesaikan masalah klasik ini. Tetapi keadaan yang terjadi sekarang, suporter juga masih belum mau duduk bersama hanya demi kebaikan PSMS Medan kedepannya. Pergerakan yang dilakukan hanya dilakukan individual kelompok, belum pergerakan kolektif seluruh elemen kelompok suporter. Mungkin beberapa suporter PSMS merasakan yang apa saya rasakan saat ini yaitu jengah.
Apapun masalah yang mendera PSMS Medan saya akan tetap mendukung dan rela menunggu kejayaan itu bakal bangkit kembali. Pembinaan yang dulu banyak melahirkan pemain-pemain top dapat terulang kembali. Beberapa elemen yang berpengaruh dapat berpikir untuk menyelamatkan PSMS Medan. Bila memang masalah ini tidak dapat terselesaikan, sebagai manusia beragama saya punya satu permintaan kepada tuhan saya “Please God Save PSMS“.
Dimuat: http://bolahita.com (5 Oktober 2012)
MENOLAK TUNDUK ! #2011
Hope On Hold
Karya ini merupakan kritik terhadap kondisi negara Indonesia saat ini. Negara yang kaya dengan sumber pangan tetapi belum semua rakyatnya merasakan kesejahteraan. Ibarat kata pepatah ‘Kelaparan Di Lumbung Pangan’. Secara visual, ikon gajah melambangkan kekuatan dan kelapa melambangkan sumber daya alam. ART JOG 2012
I Made Widya Diputra
The Lost Vegetation
Bambu Tali (Bambu Apus)
Merupakan sebuah simbol vegetasi “hutan” yang berpindah wujud bahkan hilang. Kumpulan rumpun-rumpun yang menaungi aktivitas manusia layaknya aktivitas naungan ini hilang maka aktivitas pun berpindah, bahkan tradisi ikut hilang.
Bambu yang dihadirkan dalam instalasi ini merupakan bentuk perpindahan wujud dari tingkat vegetasi alamiah menjadi sekedar material yang dibentuk menjadi rumpun-rumpun (naungan) baru. ART JOG 2012
Joko Dwi Avianto
LOOKING EAST “A Gaze Upon Indonesia Contempory Art”
Tema ini diangkat sebagai suatu upaya untuk (kembali) mencari dunia (yang disebut) Timur. Meski awalnya bangsa atau orang lain yang sadar akan potensi dari seni di Timur (Indonesia salah satunya) lambat laun orang-orang lokal juga menjadi ‘sibuk’ dan bersemangat dengan pencarian tentang mereka sendiri.
Bangsa lain (baca: Barat) merasa bahwa eksotisme dunia Timur sangat merangsang imajinasi mereka, terutama para seniman asing yang mendapat banyak pengalaman estetis ketika bersinggungan dan mengunjungi dunia Timur. Dunia yang lebih ramah, bergelora dan hangat dibandingkan dunia Barat yang dingin dan kaku.
Mengapa seolah pencarian ini sekarang menjadi marak ? Apakah hal tersebut berkaitan dengan mentalitas ketimuran yang kadang masih merasa tertindas oleh hegemoni asing ? Ataukah karena pencarian ini ‘hanya’ semata-mata strategi agar bisa ‘diterima’ dalam pusaran arus seni rupa global ?
Marilah kita saksikan bagaimana pencarian terhadap dunia Timur pada karya-karya yang dipamerkan dalam ART JOG 2012.
Bambang ‘Toko’ Witjaksono
Kurator
“Bedankt Meneer Pim Mulier” adalah ungkapan yang pas buat Pim Mulier, seorang pria Belanda yang telah mengenalkan sepakbola di Oost Sumatra sebutan bagi Sumatera Utara pada zaman Hindia Belanda. Pim Mulier yang tinggal di Medan pada tahun 1899-1905 merupakan pendiri “Sumatra’s Oostkust” atau lebih dikenal dengan sebutan SOK yang berdiri pada tahun 1900. Sejak 1900 sering diadakan pertandingan antara Medan yang diwakili SOK melawan Bindjey yang diwakili oleh Langkat SC. Pada tahun 1902 digelar pertandingan persahabatan yang diikuti beberapa klub tambahan Zetters Club (Letterzetters) Medan dan (Toengkoe VC) Bindjey. Tahun 1905 klub dari etnis Cina juga berpartisipasi dalam beberapa pertandingan (Tiong Hoa).
Pada tanggal 16 Juli 1907 berdiri federasi sepakbola Delische Voetbal Bond (D.V.B) dan menyelenggarakan liga reguler pertama dengan tiga tim bermain di kasta tertinggi dan tujuh tim di kasta kedua. Tiga tim yang bermain di kasta tertinggi diantaranya Maimoen SC, Cina SC, dan Voorwaarts (Eropa). Kompetisi DVB berjalan hingga akhir musim 1915 yang diikuti klub-klub yang berasal dari Medan dan di luar Medan. Setelah bubarnya DVB, berdirilah federasi sepakbola Oost Sumatera Voetbal Bond (O.S.V.B) yang berbasis di Medan. Tetapi kompetisi diperluas ke daerah-daerah luar Medan diantaranya Simeloengoen (Pematang Siantar dan Tebing Tinggi) dan Asahan (Tandjoeng Balei dan Kisaran). Pertandingan playoff diadakan di daerah-daerah, sedangkan babak utama diadakan di Medan untuk mencari juaranya.
Daftar klub-klub yang menjuarai liga yang dibentuk D.V.B
1907 Voorwaarts (Eropa)
1908 Voorwaarts (Eropa)
1909 Tidak diketahui
1910 Handel (Medan)
1911/1912 Handel (Medan)
1913 Handel (Medan)
1914 Van Nie & Co. (Medan)
1915 Pabatoe (Daerah Bedagai) Go Ahead (Kompetisi Medan)
Daftar klub-klub yang menjuarai liga yang dibentuk O.S.V.B
1916 A.V.V (Kisaran)
1917 D.S.V (Medan)
1918 Go Ahead (Medan)
1919 Go Ahead (Medan)
1920 D.S.V (Medan)
1921 Go Ahead (Medan)
1922 L.S.V (Bindjey)
Peserta : L.S.V (Langkat Sportvereeniging) dari Bindjey
Go Ahead (Medan)
M.V.V (Militaire Voetbalvereeniging) dari Medan
D.S.V (Deli Sportvereeniging) dari Medan
B.S.V.C (Boven Serdang Voetbal Club) dari Bangoen Purba
Zwaluwen
Stormvolges
1923 D.S.V (Medan)
1924 Go Ahead (Medan)
1925 M.S.V (Medan)
1926 L.S.V (Medan)
1927 M.S.V (Medan)
1928 M.S.V (Medan)
1929 I.V.C (Medan)
Peserta : I.V.C (International Voetbal club)
D.S.V (Deli Sportvereeniging)
H.V.V (Horas Voetbal Vereeniging)
L.S.V (Langkat Sportvereeniging)
M.S.V (Medansche Sportvereniging)
P.V.V (Perbaoengan Voetbal Vereeniging)
V.O.P (Voor Ons Pleizier)
1930 M.S.V (Medan)
Peserta: M.S.V (Medansche Sportvereniging)
C.S.C (Chinese Sporting Club)
V.O.P (Voor Ons Pleizier)
I.V.C (International Voetbal club)
Mahkota S.C.
Go Ahead
H.V.V (Horas Voetbal Vereeniging)
L.S.V (Langkat Sportvereeniging)
D.S.V (Deli Sportvereeniging)
P.S.V (Persadaan Sport Vereeniging)
1931/1932 C.S.C (Medan)
1932/1934 U.V.V (Juara daerah Belawan)
1935 U.V.V (Juara daerah Belawan) dan P.S.V (Juara daerah Pematang Siantar)
1936/1937 P.S.V (Juara daerah Tebing Tinggi) dan Deli Mij. (Juara daerah Medan)
1938/1938 C.S.C (Juara Pematang Siantar) dan M.C.V.C (Juara daerah Medan)
1939 S.S.C (Juara daerah Pangkalan Brandan)
Sumber: http://www.rsssf.com
Menang = 9
Imbang = 9
Kalah = 16
Goal Memasukan = 43
Goal Kemasukan = 62
Peringkat = 16 (Degradasi)
Grafik Pertandingan:

PSMS Medan Menang = 18
Persib Bandung Menang = 20
Imbang = 20
4 Vs 3