SURAT UNTUK PRESIDEN

Kepada Yth.

Presiden Republik Indonesia

Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

Di

Tempat

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Apa kabar bapak presiden ? semoga bapak dalam keadaan sehat walafiat,amin. Perkenalkan nama saya Danil Suhada mahasiswa tingkat akhir Diploma 3 Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada. Saya bungsu dari 5 bersaudara dan anak dari seorang pensiunan pegawai BUMN. Saat ini saya masih magang disalah satu perusahaan BUMN di kota asal saya Medan untuk menyelesaikan tugas akhir saya. 

Tujuan saya menyampaikan surat ini bukan untuk berkeluh-kesah, tetapi sebagai seorang rakyat yang telah yakin memilih bapak sebagai presiden di republik yang saya cintai ini pada Pemilu 2009. Saya ingin menanyakan kebenaran semua yang dulu sudah bapak janjikan kepada kami rakyat miskin Indonesia. Masih ingatkah bapak dengan janji-janji yang dulu dengan getolnya bapak lantangkan. Katakan ‘TIDAK’ untuk korupsi, itu adalah slogan yang masih saya ingat pada kampanye dengan beberapa kader Partai Demokrat yang bapak bina saat ini. Lihat kader-kader bapak yang duduk sebagai wakil kami diparlemen, Nazaruddin  dan Angelina Sondakh telah melukai hati saya karena sudah kasat mata dalam persidangan sepertinya jelas terlibat dalam korupsi dana pembangunan wisma Atlet Sea Games Palembang.

Masih ingatkah bapak dengan janji  akan menuntaskan kasus aktivis-aktivis yang hilang mengorbankan dirinya untuk menjatuhkan Orde Baru. Sebagai seorang presiden saya percaya bapak mempunyai kapasitas untuk memerintahkan menyelesaikan kasus Bank Century. Sebagai seorang presiden saya percaya bapak mempunyai kapasitas untuk menyelesaikan kasus pembantaian saudara  satu pulau saya Mesuji. Sebagai seorang presiden saya percaya bapak mempunyai kapasitas untuk menyelesaikan kasus penebangan hutan liar yang sudah merusak hutan kita. Sebagai seorang presiden saya percaya bapak mempunyai kapasitas untuk menyelesaikan kasus sengketa tempat ibadah GKI Yasmin, karena negara ini surganya perbedaan beragama. Saya harap bapak masih bisa menjaga kepercayaan saya untuk menyelesaikan dari beberapa masalah tersebut.

Beberapa hari yang lalu saya melihat bapak berkeluh kesah atas ancaman yang mendera bapak. Sebagai presiden yang mendapat pengawalan VVIP dari pasukan pengawal presiden. Saya sangat kecewa atas sikap yang bapak tunjukkan, seolah-olah saya telah menyesal percaya kepada seorang Bapak Susilo Bambang Yodhoyono untuk memimpin negeri yang sakit ini, hanya memiliki mental serendah ini. Pada awal bulan nanti pemerintah berencana untuk  menaikan harga Bahan Bahar Minyak (BBM). Rencana kenaikan ini sudah banyak penolakan dari semua elemen rakyat di negeri ini; Buruh,Petani,Mahasiswa,bahkan Partai Politik yang menjadi lawan politik bapak selama ini. Tapi apa yang bapak lakukan ? bapak lebih memilih untuk pergi ke Cina untuk bertemu investor-investor asing yang katanya mau menanamkan modal di negeri ini. Dan saya sempat mendapat kabar bapak juga membawa beberapa  rekan-rekan mahasiswa ikut ke Cina. Apapun itu penilaian pribadi saya bapak telah Buang Badan dan melupakan kami yaitu RAKYAT.

Kalau memang bapak menganggap kami sebagai Makmum dan bapak sebagai Imam, seharusnya bapak berani menghadapi kami yang butuh kebijaksanaan bapak sebagai pemimpin kami. Saya berharap bapak masih mempunyai hati nurani untuk rakyat ini. Saya harap bapak lebih mementingkan kesejahteraan negeri ini, bukan kesejahteraan para pemilik modal. Kita buat bersama-sama negara ini menjadi negara mandiri.

Apapun yang menjadi pengganjal atau tekanan yang bapak terima. Bukalah ke publik, kami siap membantu bapak. Pesan saya hanya satu tunjukkanlah jiwa Kepemimpinan Bapak. Siapapun yang kita hadapi nanti, Saya percaya semua rakyat Indonesia siap membantu untuk kesejahteraan negeri ini.

Mungkin itu saja pesan atau curahan hati saya sebagai seorang mahasiswa yang dituntut untuk bepikir kritis. Atas perhatian bapak saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dari :

Nama               : Danil Suhada

NIK                 : 1271020101910002

Hormat Saya,

Ttd

(Danil Suhada)