Medan Bersatu Tak Bisa Dikalahkan
Jum’at, 30 Maret 2012 adalah hari dimana saya sudah berniat buruk untuk kabur dari kantor ditempat saya magang. Bukan karena sakit atau ada acara keluarga yang harus mengharuskan saya hadir, tetapi demi satu pertandingan PSMS Medan vs Persija Jakarta. Setelah kabar pemindahan pelaksanaan pertandingan dari Stadion Teladan ke Stadion Lubuk Pakam, karena demonstrasi penolakan kenaikan BBM.
Tepat pukul 11.00 WIB Saya perlahan meninggalkan kantor menuju sekretariat salah satu suporter PSMS Medan yaitu SMeCK Hooligan. Kedatangan saya kesana untuk menemui teman saya yang baru datang dari Aceh untuk sama-sama menonton pertandingan ini, beliau juga bolos kerja. Sudahlah jangan ditiru tindakan kabur dari kantor ini mungkin kami hanya belajar bagaimana menggabungkan antara militansi dan fanatisme. Setelah menunaikan ibadah Sholat Jum’at, Saya mengajak teman saya untuk singgah ke rumah untuk sekedar makan siang dan mengambil atribute klub yang ingin saya pamerkan ke beliau.
Pukul 14.00 WIB Kami bergerak menuju Lubuk Pakam. Tidak lama berjalan kami sudah bertemu dengan Suporter PSMS Medan mereka GASAK Mania. Mereka mengendarai mobil sambil bernyanyi dan membawa bendera dengan ukuran besar, walaupun jumlah mereka gak banyak tapi saya salut dengan semangat yang mereka tunjukkan.
Baru setengah perjalanan kami sudah diguyur hujan deras, dan membuat kami untuk berteduh sejenak. Kami melihat konvoi dari beberapa Suporter PSMS Medan, KAMPAK FC kemudian disusul dengan SMeCK Hooligan dan tampak dibelakang PSMS Medan Fans Club. Saya terharu dan membuat bulu kuduk saya berdiri melihat mereka rela hujan-hujanan demi mendukung PSMS, yang lebih membuat Saya merinding adalah mereka menunjukkan kedamaian dan saling menghargai, walaupun mereka berbeda bendera. Terpikir dibenak saya mereka mempunyai satu misi yaitu PSMS. Hari ini kita harus menang dengan Jakarta, kita tunjukkan Ini Medan Bung !!!
Pukul 14.30 WIB hujan tidak kunjung reda dan semakin lebat, Kami memutuskan untuk menerobos dan menempuh hujan ini. Kami tidak mau ketinggalan satu detik pun pertandingan besar ini. Di jalan saya melihat beberapa dari teman suporter mengalami kendaraannya macet akibat banjirnya jalanan dan sekujur tubuh mereka basah kuyup.
Sampai di Stadion Baharoeddin kami melihat kehadiran ratusan The Jak Mania pendukung Persija Jakarta. Saya kembali berpikir ‘Apakah yang akan terjadi pada mereka bila PSMS kalah?’ tapi sebagai seseorang yang sempat mendukung PSMS di kandang lawan saya bisa rasakan apa yang dirasakan The Jak saat itu seperti spanduk yang mereka bentangkan “Persija Kamu Takkan Pernah Sendiri”. Saya masuk di Tribun Selatan paling tepi dan membentangkan spanduk “Young Brothers PERANTAU SETIA KINANTAN” inilah kami, PERSETAN (Perantau Setia Kinantan) para perantau dari beberapa daerah Indonesia yang masih setia mendukung PSMS Sang Ayam Kinantan.
Pertanding berlangsung sangat menarik dan cukup membuat suporter PSMS Medan seperti terjangkit penyakit stroke. Hasil pertandingan sendiri Draw dengan skor PSMS Medan 3 – 3 Persija Jakarta. Gol diciptakan Osas Saha 2, Nico Malau 1 dan hatrick Bambang Pamungkas. Saya tidak ingin memabahas banyak tentang jalanannya pertandingan itu. Tapi saya melihat kenyamanan The Jak Mania untuk bernyanyi mendukung Persija Jakarta. Mereka berada di Tribun Utara bersama PSMS Medan Fans Club dan KAMPAK FC. Saya meraka rasa tidak mengalami ancaman atau pelemparan dari pendukung PSMS. Suatu kemajuan sikap bagi Suporter tuan rumah.
Paska pertandingan jalur Lubuk Pakam – Medan mengalami kemacetan akibat konvoi semua Suporter PSMS Medan. Lagi dan lagi saya melihat SMeCK Hooligan, KAMPAK FC, dan PSMS Medan Fans Club beriringan dengan damai tanpa ada gesekan sedikit pun, hitamnya aspal berganti warna menjadi hijaun kebesaran PSMS. Saya bangga melihat mereka berjalan bersama dengan damai dengan chant “Medan Jakarta Kita Saudara Jangan Ada Dusta Diantara Kita”.
Dengan pengalaman ini Saya rasa mereka semua bisa duduk bersama dan tidak mungkin untuk bersatu demi satu kreativitas dan kekompakkan sebagai Anak Medan untuk Kinantan. Saya berharap kemajuan yang sangat diharapkan semua elemen Suporter ini bisa dipertahankan. KAMPAK FC, SMeCK Hooligan, PSMS Medan Fans Club, PERSETAN, dan Gasak Mania kita semua satu tujuan untuk kemajuan PSMS Medan demi Warisan, Marwah, dan Identitas Kita. Salam Suporter Medan Bersatu.
Saya Percaya suatu saat nanti kita bangkit bersama untuk merubah kebobrokan manajemen PSMS sekarang. Medan Bersatu Tak Bisa Dikalahkan